Postfix-postfixadmin-dovecot di trustix 3.05
Pada panduan ini, tidak dijelaskan memakai fasilitas qouta dan SALS.
Pilih paket-paket instalasi seperti contoh dibawah. Agar Trustix tetap ramping.
Pada panduan ini, tidak dijelaskan memakai fasilitas qouta dan SALS.
Pilih paket-paket instalasi seperti contoh dibawah. Agar Trustix tetap ramping.
Pas lagi login ke smtp, dan mailq, kaget … ada 13ribu queue yang masih nunggu di panggil.
Inget kejadian waktu diflooding sama sandang. ada 100-an ribu email yang bikin postfix megap-megap.
Sebetulnya bila mau awas, hal ini bisa dideteksi dini.
Dengan bantuan grafik mrtg dapat dibaca bila smtp menerima kiriman sampah bertubi-tubi.
Read more »
Diambil dari http://forum.mikrotik.com/viewtopic.php?t=15721
Hi there, for months I have the idea how to transform one Mikrotik OS in an Anti Spam server. After more than 20 days applying few scripts, firewall rules and address list, I have achieved reduce from 45.000 mails per day to only 11.000/12.000 without many complaints from my customers.
Before continuing, some details about this:
Yes, I know that exists others solutions.
Yes, I know with Linux can obtain the same results.
Yes, I know that it seems a crazy solution.
Yes, I know (in the practice) that this solutions generate a moderate cpu usage. I have a Pentium IV with 75% of cpu usage (this can change with new features from MT… see scripts explanation) and we are a little ISP.
Yes, yes, yes…
but
I use MT from six years ago (when John Tully & Arnis Riekstins answered the company mails themselves) and always I try to resolve any networking necessity whit MT.
I had the trust that can resolve this whit MT.
and after thinking about this, I can’t never sleep all night from many days, so, for my health and wife I made it !!!
Ini adalah versi perbaikan dari thread yang ada dimilist postfix.or.id.
Kesalahan fatal pada penggunaan syntax canonical_maps adalah proses penukaran alamat email yang tidak terkendali, baik pada posisi sender dan recipient.
Untuk mengatasinya maka akan dipakai opsi recipient_canonical_maps, dan sender_canonical_maps dimana alamat yang akan ditukar pada saat receive atau sending dapat diatur.
Internal Routing Delivery, bisa dikatakan _salah satu_ solusi untuk membuat banyak server beda regional dengan 1 domain, dimana beberapa user pada domain tersebut ada dibeberapa server.
Kondisi yang berlaku disini adalah memakai local user, belum diaplikasikan pada virtual-user.
Suatu perusahaan berpusat diJakarta, mempunyai 100 karyawan.
Semua aktivitas email (smtp dan pop3) dilakukan diserver jakarta. Dengan domain abc.com
Karyawan dijakarta diantara-nya ani,agnes,ayu,anto,ari,abu dan lain-lain
Karena kondisi bisnis yang bagus, perusahaan ini-pun membuka cabang di berbagai daerah.
Anggap Bandung.
Dengan jumlah karyawan 30 orang, diantaranya, budi, badu, beni, beno, bejo.
Koneksi internet hanya memakai dial-up (melaske-tenan).
Karena berada pada 1 induk perusahaan maka format email karyawan diBandung-pun sama yaitu nama@abc.com
misal budi@abc.com,badu@abc.com, bejo@abc.com dan seterusnya.
Maka jumlah email user di server jakarta menjadi 130 user.
Diputuskan aktivitas smtp ikut pada smtp server dial-up isp, sedangkan pop3 tetap ikut pada server jakarta.
Setelah berjalan beberapa saat dirasakan ada satu kelemahan,yaitu :
Pada saat user dicabang ingin mengirim email kepada sesama user cabang 1 wilayah (misal budi@abc.com ke badu@abc.com), maka harus menunggu hingga modem hidup.
Hal ini terjadi karena pada saat budi melakukan perintah send, MUA akan berusaha mengirimkan-nya ke server jakarta.
Dan badu-pun baru akan bisa mendonlot/menarik email tersebut bila sudah diterima server jakarta.
Dapat dibayangkan proses yang seharusnya bisa cepat menjadi lambat karena harus berputar di internet.
Atau mudah-nya disebut sebagai eksternal routing delivery, karena harus konek dulu ke server jakarta.
Anda sebagai Mailserver administrator diberi tugas untuk menyelesaikan masalah ini.
root@quad root# echo "badu@abc.com: badu" >> /etc/postfix/aliases root@quad root# newaliases postalias: warning: /etc/postfix/aliases, line 209: name must be local
Ups, ternyata aliases menolak jika di-isi dengan full dengan nama domain.
root@quad root# postconf -d | grep canonical canonical_maps = recipient_canonical_maps = sender_canonical_maps = root@quad root# man canonical .... The optional canonical table specifies an address mapping for local and non-local addresses. The mapping is used by the cleanup(8) daemon. The address mapping is recursive. ....
Intinya canonical akan manipulasi alamat local dan non-local.
Proses mapping ini akan merubah fisik header dari email yang bersangkutan.
Misal, dibuat mapping badu@abc.com badu@bandung.abc.com
Dapat dibaca, bila ada email dengan tujuan badu@abc.com maka akan dirubah menjadi badu@bandung.abc.com.
Hal ini dapat dibuktikan pada MUA user, misal Lookout Express, Eudora atau Kmail.
Untuk keperluan kasus perusahaan abc.com maka yang dilakukan adalah, tambahkan opsi berikut pada main.cf
root@quad root# cd /etc/postfix root@quad postfix# echo "recipient_canonical_maps = hash:/etc/postfix/recipient_canonical" >> main.cf root@quad postfix# echo "sender_canonical_maps = hash:/etc/postfix/sender_canonical" >> main.cf
recipient_canonical_maps dipergunakan untuk membelok-kan email bila sesama user local berkirim email.
sender_canonical_maps dipergunakan untuk mengembalikan alamat email ke alamat asli pada saat melakukan replay.
Pada /etc/postfix/recipient_canonical di-isikan sebagian/seluruh user local yang ada.
budi@abc.com budi@bandung.abc.com badu@abc.com badu@bandung.abc.com beni@abc.com beni@bandung.abc.com beno@abc.com beno@bandung.abc.com bejo@abc.com bejo@bandung.abc.com
Pada /etc/postfix/sender_canonical di-isikan.
@bandung.abc.com @abc.com
Lalu ubah menjadi file db dan reload postfix.
root@quad postfix# postmap recipient_canonical root@quad postfix# postmap sender_canonical root@quad postfix# postfix reload root@quad postfix# postconf -n | grep canonical recipient_canonical_maps = hash:/etc/postfix/recipient_canonical sender_canonical_maps = hash:/etc/postfix/sender_canonical
Sekarang user local bisa saling berkirim email dengan domain tetap abc.com.
Agar user tidak perlu konek ke-dua pop3 (local dan pusat), maka alamat pop3 server-pun sebaiknya dipindah kan server local.
Dan dengan aplikasi fetchmail, secara periodic, akan mendolot email dari server pusat ke server local.
Karena pada sender_canonical_maps akan mengganti seluruh alamat sender, maka ada kemungkinan pada saat sistem akan mengirimkan email ke root/postmaster, email akan terkirim ke root/postmaster domain pusat.
Untuk menghindari hal ini maka set alias untuk postmaster dan/atau root pada file /etc/postfix/aliases.
root@quad postfix# echo "postmaster: root" >> /etc/postfix/aliases root@quad postfix# echo "root: badu" >> /etc/postfix/aliases root@quad postfix# newaliases
Mohon maaf beli judul artikelnya ndak match, masalahnya bingung mau dinamai apa.
Terimakasih untuk thexxxxx.net yang sudah memberikan ide untuk tulisan ini.